sedikitt lagi…

just a few words from me, from my life, from my little story

copywiter: beda tempat, beda “ikannya” November 5, 2009

Filed under: jurnal — rosi @ 8:41 am
Tags: , , , ,

evolution_advertising

Selama enam bulan bekerja sebagai copywriter, gw akhirnya bisa ngerti ternyata ada beberapa perbedaan antara desk job copywriter di surat kabar dengan posisi yang sama di advertising agency.

Perbedaan mendasar antara keduanya adalah media output-nya.  Di advertising agency, copywriter akan menghasilkan print ad matang yang nantinya akan tinggal di pasang di media yang dituju. Jadi, di sini klien datang dan akan membawa konsep mentah untuk dimatangkan di advertising agency yang mereka pilih.

Dari advertising agency, akan keluar iklan jadi yang tinggal menunggu didistribusikan di media yang tepat, misalnya koran, majalah, televisi, atau radio. Dari sini, biasanya iklan yang masuk tinggal nunggu space pemuatan, ngga akan mengalami penulisan lagi.

Nah, untuk iklan-iklan yang dalam prosesnya ngga ditangani sama copywriter di advertising agency, si klien ini biasanya akan meminta materi mereka ditangani  copywriter di media yang mereka pilih. Jadi, biasanya rilisnya udah ada, si copywriter tinggal menulis ulang atau mengumpulkan bahan untuk menghasilkan tulisan.

Kedua, copywriter di media biasanya ngga mengurus satu konsep iklan tertentu dan menanganinya sebagai proyek jangka panjang. Ga kaya copywriter di ad agency. Ini karena di saat yang bersamaan mereka menangani banyak tulisan yang akan dicetak. Ada juga copywriter yang menangani penulisan advertorial dari event langsung dan menghasilkan tulisan advertorial dari sana. Jadi job desk-nya semi wartawan juga.

Ketiga, copywriter di media biasanya menghasilkan ad untuk digunakan di medianya sendiri. Kecuali ditentukan lain, klien ngga memiliki hak untuk menggunakan ad yang dihasilkan copywriter itu untuk media lain karena hasil tulisan copywriter itu milik medianya. Gituuuuu, hehe. Jelas, jelas,  jelas?

Gambar dipinjam dari sini. Iye, gw tau gambarnya ngga nyambung, tapi msalahnya gambarnya lucu! Hehehehe…

 

love my new short hair! October 20, 2009

Filed under: jurnal — rosi @ 3:55 am
Tags: , , , , ,

Gw potong rambut! Sekarang sudah pendek jadinya nyamaaaaan banget! :)

Waktu potong kemarin, sebenernya gw pengen ngewarnain rambut juga, tapi sayang ga keburu. Potong rambut aja udah maksa mampir di salon pas pulang kerja jam 7 malem. Mall-nya udah mau tutup!  Ya, daripada ngga jadi-jadi satu-satu dululah ya, potong rambut dulu. Ngga lupa creambath juga, hehe! Mantaap.

Si Mbak Beby, hair stylist yang menangani gw di salon itu sepertinya jatuh sayang dengan rambut gw yang sudah melewati bahu. Gw berkata dengan yakin:  ”Potong pendek Mbak!” Mbak Beny menatap dengan nanar, lalu bertanya, “Yakin ini mau dipendekin? ??” :)

Iyaaa, gw tau. Di tengah tren rambut panjang berponi polem seperti ageje-ageje sekarang, motong rambut pendek mungkin memang aneh. Apalagi manjangin rambut sampe ngelewatin bahu itu ga sebentar. Ada cewek yang dateng ke salon itu khusus buat nyambung rambut atau hair extension supaya rambutnya panjang. Ada juga yang spesial ngelurusin rambutnya yang ikal dan bergelombang supaya terlihat lurus dan (menurut dia) bagus untuk rambut panjang. Dan gw? Gw potong ajaaa gituu.

Untuk hampir 1,5 tahun gw udah bertahan menjauhkan rambut gw dari gunting. Padahal, apalagi kalo lagi panas banget, rasanya kepala gw pengen gw botakin. Jadi maap Mbak Beby, tekad saya sudah bulat!

polem

Rambut polem ageje.

Berbekal ketidakpedulian pada perasaan Mbak Beby, gw bersikeras memotong pendek rambut gw. Tawar-menawar pun terjadi. Mbak Beby ngga mau motong rambut gw dengan model cowok. Dia terus-terusan nanya, “Yakin nih Mbak? Yakin?”

Gw yakin 100%! Tapi tangan profesional dia ngga mau bergerak. Ngga mungkin kan gw yang motong sendiri di salon itu?! Akhirnya dia menawarkan, “Potong sedikit ampe atas bahu aja ya Mbak? ”  dengan muka seperti anak kecil memohon diperbolehkan ga masuk sekolah.

Karena kasian dan agak takut juga si Mbak nyumpahin potongan rambut gw aneh atau ngga pantes, akhirnya gw setuju. Padahal gw lupa, potongan rambut seaneh apapun toh ngga akan keliatan…karena gw pake jilbab. =.=

Mumpung di salon, gw minta tips lengkap ke Mbak Beby, mbak salon yang baik yang hampir tidak gw hiraukan perasaannya itu. Mbak  Beby langsung menjelaskan panjang lebar, merawat rambut berjilbab memang harus ekstra hati-hati. Karena kondisi rambut yang panas, lembab, dan ga bisa bernapas bebas sangat rentan dengan serangan jamur yang memicu ketombe.

Nah, karena gw baik, ini gw posting “Tips Perawatan Rambut Berjilbab ala Mbak Beby.”

  1. Jangan pernah menutup kepala (atau memakai jilbab) saat rambut masih basah. Pastikan rambut dan kulit kepala kering  sebelum kita memakai jilbab.
  2. Jaga rambut selalu dalam keadaan ekstrabersih. Cuci rambut setiap hari atau minimal dua hari sekali dengan shampoo yang cocok bagi kita. Jangan biarkan rambut kotor karena bisa memicu jamur yang akan menyerang kulit kepala.
  3. Pilih shampoo yang tidak mengandung kondisioner. Untuk pemakaian harian, hindari shampoo berkondisioner. Pilih shampoo dengan komposisi ringan dan khusus membersihkan kulit kepala saja.   Kondisioner yang  yang bertujuan melembabkan rambut sangat tidak bersahabat dengan rambut yang ditutupi jilbab karena akan membuat rambut semakin lembab, padahal saat beraktivitas rambut sudah sangat lembab dan tidak bisa bernapas bebas.
  4. Pakai kondisioner di akhir pekan. Kondisioner tetap penting, tapi cobalah untuk memakainya di saat kita berada di rumah (di akhir pekan misalnya) dan tidak harus menutupi kepala. Dengan ini, rambut yang telah berkondisioner dapat kering dengan alami.
  5. Creambath dan gunakan hair tonik sebulan sekali. Penting! Kalau mau berhemat, udah banyak ramuan creambath juga hair tonik yang dijual bebas dan bisa kita pakai sendiri tanpa harus ke salon.  Dan pastinya lebih hemat kan! [tips dari: Mbak Beby, hair stylist langganan gw]

Dan kres-kres-kres, hampir dua jam gw creambath (ditambah pijat punggung gratis) dan potong rambut. Maka rambutku pun sekarang jadi pendeeeeek dan nyaman sekaliiiiii.

short-black-hairstyles

Sekarang rambut gw kurang lebih begini.*

Iya, tau, rambutnyaa. Bukan orangnya! Orangnya jauuuhlah cakepan gw. Gyahahha. Okeeee, semoga tipsnya berguna! ^^

 

fase di bawah October 12, 2009

Filed under: jurnal — rosi @ 4:27 am

Malu gw, belakangan ini mudah marah, mudah kesel, dan mudah tersinggung. Ini namanya ga ada kualitas kerja tapi sibuk. Banyak banget agenda, tapi ga ada yang bisa gw realisasiin, apalagi agenda jangka panjang!!

Setelah maksa-maksa, akhirnya kemarin Kemarin sabtu gw placement test di NEC Margonda. Iye, gw mau les bahasa Inggris lagi. Ini tuh udah dijadwalin dari awal 2009, tapi baru gw lakuin sekarang. Gila kali gw ya. Taun 2009 udah mau abis tapi gw baru les sekarang.  Masalahnya hari Sabtu sama Minggu tuh sekarang bukan jadwal libur buat gw. Hiks.

Sekarang hari libur adalah hari untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan di hari tidak libur.

Hhhhhh, capeeeek. :(

 

duka Padang October 8, 2009

Filed under: jurnal — rosi @ 9:52 am
Tags: , ,

Entah harus marah ataukah menyayangkan.  Relawan dari Swiss sampai di Padang ngga sampai 24 jam setelah bencana.  Pemerintah? Basarnas (Badan SAR Nasional) butuh dua hari untuk sampai di sana. Itu pun datang dengan helikopter. Kalau alasan keterlambatan karena ngumpulin bantuan, berapa banyak sih bantuan yang bisa diangkut dengan helikopter?!

Uang pajak yang gw bayar dipake buat apa aja sih selama ini?

 

Protected: cerita dari Carolus October 5, 2009

Filed under: jurnal — rosi @ 8:25 am
Tags: , ,

This post is password protected. To view it please enter your password below:


 

happy idul fitri! September 27, 2009

Filed under: jurnal — rosi @ 4:32 am
Tags: , ,

Pertama-tama gw ingin mengucapkan minal aidin walfaidzin, pada teman-teman pembaca blog ini. Hehehe. Selamat lebaraaan! ^^ Asiknyaaaa.

Lebaran emang harusnya jadi saat yang menyenangkan. Bisa kumpul sama keluarga,  libur, juga jalan-jalan sama orang-orang yang lo sayang. Tapi sayangnya di lebaran kali ini si pacar masih tugas di Gresik. Nasib ya nasib. Kalo lagi jauh begini, pikiran gw biasanya menjadi liar, hahaha. Mikirnya suka macem-macem…. :(

But, back to realty, and it’s true, my life must go on. Gw udah masuk kerja tanggal 24, yang artinya jatah libur yang dikasih kantor gw cuma 1 hari di luar tanggal merah di kalender. Menyedihkan! Ya tapi itu risiko kerja di koran–yang terbit tiap hari. Jadii, yasudahlah.

Eh tapi ternyata asik juga lho kerja pas banyak instansi lain belum masuk! Kereta yang tiap hari udah jadi kaya benda pengacak-acak baju, perusak dandanan, dan mood destroyer di pagi hari bisa dinaiki santai karena kosong dan tepat waktu. Jalanan lengang. Di kantor ga terlalu banyak kerjaan soalnya klien belom pada balik liburan. Dan yang paling menakjubkan kantor pun sepi karena banyak yang masih cuti, iyeeey.

Pendeknya, gw bisa bekerja dengan santai! Seruuuu… :p

Yep, happy work guys, hahaha.

Jakarta sepiii. Cihuuy!

Jakarta sepiii. Cihuuy!

Foto dipinjam dari sini.

 

Sedikit Cerita tentang Niagara September 16, 2009

Filed under: jurnal — rosi @ 7:03 am
Tags: , , ,

 

Niagara

Bzzzzzzzz! Suara ribuan kubik air dingin yang jatuh dari bibir jurang setinggi lebih dari 57 meter. Air membanjir menuruni tebing terjal yang melengkung layaknya pundak yang memeluk jutaan liter cairan dingin itu. Tidak hanya menyajikan pemandangan indah, butiran-butiran yang melandai dan akhirnya bermuara di danau besar ini mampu membuat bulu kuduk meremang karena kedahsyatannya.

Semua orang pasti pernah mendengar tentang air terjun ini. Ya, Niagara. Air terjun luar biasa besar ini memisahkan dua kota New York dan Ontorio, sekaligus dua negara yaitu Amerika Serikat dan Kanada. Usianya pun tidak muda lagi—mencapai 12.000 tahun dan dibentuk oleh tabrakan glacier dari Danau Great Lake dan Danau Ontario yang sangat besar.

Niagara adalah air terjun terbesar dan paling terkenal di Amerika Utara. Ini membuat Niagara menjadi daerah tujuan wisata yang sangat populer di dunia sekaligus menjadi pusat listrik tenaga air Ontario. Di air terjun ini, dibangun beberapa jembatan yang menjadi favorit turis dan wisatawan, misalnya Rainbow Gate, Whirpool Gate, dan Queenston-Lewiston Gate. Jembatan-jembatan ini menyajikan pemandangan air terjun yang tidak ada duanya.

Arus air Niagara melaju lebih dari 55 km per jam. Ia memiliki dua air terjun yang paling besar, yaitu American Falls yang dimiliki oleh AS dan Canadian Horseshoe Falls yang dimiliki oleh Kanada. Kedua air terjun ini memiliki bentuk dan ketinggian berbeda. American Falls berada di ketinggian 55 meter dan berbentuk huruf w besar. Horseshoe Falls berbentuk seperti tapal kuda dengan tinggi 53 meter.

Di atas Horseshoe Falls, dibangun dua menara dengan ketinggian 325 dan 775 kaki yang menambah semarak Niagara sebagai tempat wisata alam. Anda juga akan menemukan beberapa obyek wisata lain seperti Taman Ratu Victoria yang pada musim dingin menjadi tempat penyelenggaraan festival lampu.

Jangan lewatkan kunjungan ke taman konservasi kupu-kupu di Niagara Parks. Ada atraksi menakjubkan dari 2000 lebih dari kupu-kupu penuh warna yang terbang mengelilingi bunga-bunga eksotis dan hijaunya pepohonan di sini. Dipercantik dengan latar hutan hujan, kita juga bisa melihat kepompong-kepompong cantik yang menunggu penghuni-penghuninya, para calon kupu-kupu indah, menengok dunia untuk pertama kalinya.

Tidak usah khawatir, untuk mengunjungi konservasi kupu-kupu ini, kita cukup merogoh kantong $11.5 dolar Kanada (atau sekitar Rp100.000) untuk dewasa dan $6.80 (sekitar Rp60.000) untuk anak-anak di bawah 12 tahun. Kunjungan kita ke taman ini pun akan menjadi wisata yang menarik sekaligus bernilai edukasi bagi anak-anak. Tertarik? Ayo siapkan paspor dan mari kita ke Niagara!

Foto dipinjam dari sini.

 

jobjobjob September 16, 2009

Filed under: jurnal — rosi @ 6:22 am
Tags: , , , ,

Teman-teman, menurut kalian, apa yang harusnya membuat orang bertahan dengan pekerjaannya? Gaji yang besar? Lingkungan kerja yang enak? Kenyataan kalau kerjaan dia adalah kerjaan impian? Rasa nyaman? Atau karena cari pengalaman?

Kalau ngga ada satu pun dari semuanya yang pantes diperjuangin, apakah kita tetap harus terus bertahan?

Seorang fresh graduate, begitu lulus pasti pengen banget nyari kerjaan yang sesuai sama bidang pendidikan dia. Biasanya buat dia besarnya gaji ga masalah, asal ngga kecil-kecil amat. Namanya juga anak baru.

Ngga sampai satu tahun, orientasinya akan berubah. Yang dia cari bergeser, dari keinginan mendapatkan pengalaman di bidang yang diinginkan jadi hasrat buat mencapai apresiasi yang lebih tinggi (baik jenjang karir atau gaji). Percaya ngga percaya, rata-rata skemanya begini.

Gw sendiri, di satu tahun kerja dan lepas dari kampus, jujur bingung dengan apa yang mau gw cari dari kerjaan gw. Dari sisi karir, jelas di tempat gw sekarang ini ngga ada. Gimana ngga, di sini ada karyawan yang udah kerja puluhan tahun dengan nasib begitu-begitu aja, ga ke mana-mana.

Tapi gimana kalau kita udah telanjur nyaman dengan tempat kita saat ini? Jujur gw takut buat pindah kerja, berhubung tempat kerja gw sebelumnya benar-benar memberikan pengalaman traumatis kalau ngga bisa dibilang neraka jahanam, haha. Di kantor gw yang sekarang, ritme kerjanya lebih manusiawi. Kalau pun dikejar deadline, gw masih bisa ngejalaninnya dengan riang gembira karena suasana kerjanya cukup menyenangkan. Tapi sampai kapan gw mau di sini?

Salah satu temen kerja gw pernah bilang, “Selagi kita muda, ga masalah pindah-pindah kerja. Di tiga tahun pertama baru lulus aja gw udah ganti kerja 5 kali. Yang penting lo lakuin yang lo suka, supaya lo bisa bertahan.”

Hhhhhh, ribet ya?!