Gw potong rambut! Sekarang sudah pendek jadinya nyamaaaaan banget!
Waktu potong kemarin, sebenernya gw pengen ngewarnain rambut juga, tapi sayang ga keburu. Potong rambut aja udah maksa mampir di salon pas pulang kerja jam 7 malem. Mall-nya udah mau tutup! Ya, daripada ngga jadi-jadi satu-satu dululah ya, potong rambut dulu. Ngga lupa creambath juga, hehe! Mantaap.
Si Mbak Beby, hair stylist yang menangani gw di salon itu sepertinya jatuh sayang dengan rambut gw yang sudah melewati bahu. Gw berkata dengan yakin: ”Potong pendek Mbak!” Mbak Beny menatap dengan nanar, lalu bertanya, “Yakin ini mau dipendekin? ??”
Iyaaa, gw tau. Di tengah tren rambut panjang berponi polem seperti ageje-ageje sekarang, motong rambut pendek mungkin memang aneh. Apalagi manjangin rambut sampe ngelewatin bahu itu ga sebentar. Ada cewek yang dateng ke salon itu khusus buat nyambung rambut atau hair extension supaya rambutnya panjang. Ada juga yang spesial ngelurusin rambutnya yang ikal dan bergelombang supaya terlihat lurus dan (menurut dia) bagus untuk rambut panjang. Dan gw? Gw potong ajaaa gituu.
Untuk hampir 1,5 tahun gw udah bertahan menjauhkan rambut gw dari gunting. Padahal, apalagi kalo lagi panas banget, rasanya kepala gw pengen gw botakin. Jadi maap Mbak Beby, tekad saya sudah bulat!

Rambut polem ageje.
Berbekal ketidakpedulian pada perasaan Mbak Beby, gw bersikeras memotong pendek rambut gw. Tawar-menawar pun terjadi. Mbak Beby ngga mau motong rambut gw dengan model cowok. Dia terus-terusan nanya, “Yakin nih Mbak? Yakin?”
Gw yakin 100%! Tapi tangan profesional dia ngga mau bergerak. Ngga mungkin kan gw yang motong sendiri di salon itu?! Akhirnya dia menawarkan, “Potong sedikit ampe atas bahu aja ya Mbak? ” dengan muka seperti anak kecil memohon diperbolehkan ga masuk sekolah.
Karena kasian dan agak takut juga si Mbak nyumpahin potongan rambut gw aneh atau ngga pantes, akhirnya gw setuju. Padahal gw lupa, potongan rambut seaneh apapun toh ngga akan keliatan…karena gw pake jilbab. =.=
Mumpung di salon, gw minta tips lengkap ke Mbak Beby, mbak salon yang baik yang hampir tidak gw hiraukan perasaannya itu. Mbak Beby langsung menjelaskan panjang lebar, merawat rambut berjilbab memang harus ekstra hati-hati. Karena kondisi rambut yang panas, lembab, dan ga bisa bernapas bebas sangat rentan dengan serangan jamur yang memicu ketombe.
Nah, karena gw baik, ini gw posting “Tips Perawatan Rambut Berjilbab ala Mbak Beby.”
- Jangan pernah menutup kepala (atau memakai jilbab) saat rambut masih basah. Pastikan rambut dan kulit kepala kering sebelum kita memakai jilbab.
- Jaga rambut selalu dalam keadaan ekstrabersih. Cuci rambut setiap hari atau minimal dua hari sekali dengan shampoo yang cocok bagi kita. Jangan biarkan rambut kotor karena bisa memicu jamur yang akan menyerang kulit kepala.
- Pilih shampoo yang tidak mengandung kondisioner. Untuk pemakaian harian, hindari shampoo berkondisioner. Pilih shampoo dengan komposisi ringan dan khusus membersihkan kulit kepala saja. Kondisioner yang yang bertujuan melembabkan rambut sangat tidak bersahabat dengan rambut yang ditutupi jilbab karena akan membuat rambut semakin lembab, padahal saat beraktivitas rambut sudah sangat lembab dan tidak bisa bernapas bebas.
- Pakai kondisioner di akhir pekan. Kondisioner tetap penting, tapi cobalah untuk memakainya di saat kita berada di rumah (di akhir pekan misalnya) dan tidak harus menutupi kepala. Dengan ini, rambut yang telah berkondisioner dapat kering dengan alami.
- Creambath dan gunakan hair tonik sebulan sekali. Penting! Kalau mau berhemat, udah banyak ramuan creambath juga hair tonik yang dijual bebas dan bisa kita pakai sendiri tanpa harus ke salon. Dan pastinya lebih hemat kan! [tips dari: Mbak Beby, hair stylist langganan gw]
Dan kres-kres-kres, hampir dua jam gw creambath (ditambah pijat punggung gratis) dan potong rambut. Maka rambutku pun sekarang jadi pendeeeeek dan nyaman sekaliiiiii.

Sekarang rambut gw kurang lebih begini.*
Iya, tau, rambutnyaa. Bukan orangnya! Orangnya jauuuhlah cakepan gw. Gyahahha. Okeeee, semoga tipsnya berguna! ^^